“Kamu ngomong apa Dik? Apa saya tidak salah dengar?” tanya Tardi kepada istrinya. Ia seperti tidak percaya dengan pernyataan yang baru saja dilontarkan Asfina. Betapa tidak, tanpa prolog terlebih dulu, tiba-tiba perempuan berhidung mancung itu mengatakan ingin berhenti kerja.
“Benar, Mas. Saya sungguh-sungguh.”
“Kenapa?”
Asfina diam.
“Apa kamu takut kita tidak segera punya momongan?” desak Tardi.
Lelaki itu bertanya demikian, lantaran Asfina belum memberikan tanda-tanda akan mempunyai keturunan. Padahal ia sudah sangat merindukan segera datangnya sang buah hati. Sementara itu, usia perkawinan mereka sudah tiga tahun lebih.
Memang. Tardi sempat beberapa kali menyatakan keinginannya untuk segera punya keturunan. Itulah sebabnya mereka tidak ber-KB. Ia pernah merasa khawatir jika seorang perempuan sibuk tidak akan segera bisa hamil. Dua orang teman kerja Tardi – Ririn dan Ika – yang sudah cukup lama menikah belum juga punya keturunan. Memang. Ika baru empat tahun menikah. Tetapi, Ririn yang sudah enam tahun menikah belum juga memberi tanda-tanda akan hamil.
Sang Guru
Diposting oleh
Sudartono IT
